Bimbingan dan Konseling Untuk Semua

BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK SEMUA.
MELAYANI SISWA DENGAN PENUH SEMANGAT.

Rabu, 16 Januari 2013

Informasi Kuliah Ikatan Dinas


KULIAH IKATAN DINAS

1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2013 di www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta

2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Energi dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo).
Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id. Lokasi kuliah di Yogyakarta

4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di
www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor

5. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

6. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns-kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

7. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanpolri.go.id

8. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

9. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

Jumat, 02 Maret 2012

Pendaftaran Anggota POLRI 2012

Telah dibuka
Pendaftaran SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA T.A. 2012
Tanggal 29 Februari s.d. 8 Maret 2012

Lulusan akan menduduki Pangkat Inspektur Dua (Ipda) Polisi
Golongan III-a
Dengan gaji : Rp 3.265.200 (belum termasuk remunerasi)

Info lengkap di : http://www/penerimaan.polri.go.id

Jumat, 13 Januari 2012

Rancangan Program Pengalaman Pelayanan BK

Rancangan Program Pengalaman Pelayanan BK
Elemen 1 : Pelayanan Dasar BK
Periode Semester Genap 2011/2012
Kelompok Keahlian TKR dan TSM

"MINOR PROJECT"
Pengembangan pengetahuan dan pemahaman siswa pada bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir melalui kegiatan penugasan terstruktur (time-limit), yakni membahas isu-isu tentang :
  1. Evaluasi Diri
  2. Psikologi Remaja
  3. Motivasi Berprestasi
  4. Manajemen Diri
  5. Kepekaan Diri dan Kepekaan Sosial
  6. Manajemen Konflik
  7. Komunikasi AntarPribadi
  8. Manajemen Pikiran
  9. Perencanaan Karir
Siswa diminta untuk membentuk kelompok kerja dan kemudian membuat makalah kontekstual berdasarkan isu tersebut di atas.


Depok, 13 Januari 2012

Guru Bimbingan dan Konseling,

DK

Minggu, 18 Desember 2011

8,3 Juta Pengangguran di Indonesia Butuh Pekerjaan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran prihatin terhadap lebih dari 8 juta pengangguran di Indonesia pada tahun 2011, menurut data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi jumlah penganggur terbuka di Indonesia hingga kini mencapai 8,32 juta orang atau 7,14 persen dari 116,53 juta orang angkatan kerja.

  

Dalam menyelesaikan masalah ini Menteri Tenaga Kerja dan Transimigrasi harus bergandengan tangan dengan Kementerian Pendidikan, bagaimana kemudian dalam proses pendidikan yang dijalankan mampu mengakomodasi materi-materi yang mengarahkan kepada persiapan mental dan kompetensi dalam menciptakan lapangan kerja dan siap kerja, jangan sampai terjadi seperti selama ini, perguruan tinggi atau SMK hanya mampu melahirkan sarjana-sarjana pencari kerja, bukan pembuka lapanga pekerjaan.


Legislator Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, pemerintah harus bekerjasama dalam menyelesaikan masalah ini, dengan mencari pokok permasalahannya, seperti, masalah yang ditimbulkan oleh beberapa program pendidikan tidak terkait dan cocok dengan dunia usaha dan pasar kerja, serta bertambahnya kelulusan namun miskin lapangan pekerjaan, hal ini harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan oleh kementerian tenaga kerja dan transmigrasi untuk saling bersinergi dalam menyelesaikan pokok masalahnya. Demikian juga dengan kementerian yang lainnya.


Katanya, beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah antara lain mengubah paradigma masyarakat untuk tidak bergantung sebagai pencari kerja, khususnya pada lulusan universitas.



"Mereka harus dididik untuk membuka lapangan pekerjaan dan berani untuk berwirausaha, membuat konsep pendidikan yang mengarah pada  penciptaan tenaga kerja serta menciptakan masyarakat yang siap untuk masuk dunia kerja dan bukan sekedar menguasai teori,” ujar Herlini dalam pers rilisnya kepada Tribunnews.com, Senin (19/12/2011).


Herlini Amran juga menambahkan,bentuk kesungguhan dari pemerintah, perlu diberikan subsidi untuk setiap aktivitas yang berbasis unit usaha masyarakat, sebagaimana yang dilakukan juga dibeberapa Negara seperti Cina, karena selama ini saya menemukan, masyarakat banyak yang siap bekerja dan membuat pekerjaan namun terkendala dengan modal, dan yang lebih penting.



"Pemerintah jangan melakukan yang sebaliknya menjadikan unit masyarakat sebagai sumber pungutan liar. ini kan sangat memalukan,”pungkas Herlini.

Sabtu, 10 Desember 2011

BUDAYA MENCONTEK PADA SAAT UJIAN AKHIR SEMESTER

Ujian dan ulangan umum sudah lewat. Hasil ujian dan ulangan itu merupakan salah satu kriteria yang dipakai guru dalam menentukan keberhasilan. Tak dimungkiri lagi, dalam pelaksanaan ujian dan ulangan itu sebagian siswa-siswi mencontek. Bahkan, saat ini mencontek sudah merupakan budaya dalam belajar.

Padahal, arti belajar tidak sesederhana itu. Belajar berarti proses aktivitas mental yang terjadi melalui interaksi aktif individu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan perilaku pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai yang relatif konstan. Maka, benar kata Wilson Miler, ”Saya mengetahui tak terhitung banyak orang belajar, tetapi mereka tidak pernah berpikir”.

Siswa-siswi ada peluang mencontek karena proses pembelajaran selama ini lebih menekankan pada monodisiplin ilmu. Setiap guru hanya sibuk dengan materi mata pelajaran atau bidang studinya. Guru hanya berorientasi target menyelesaikan materi sehingga ada banyak konsep dan teori yang diberikan kepada peserta didik.

Mencontek dan menjiplak bukan dominasi murid sekolah. Banyak ditemukan, skripsi dan tesis mahasiswa pascasarjana yang hanya copy-paste (proses mencetak ulang-menempel di komputer) dari karya orang lain. Bahkan juga guru-guru yang mengikuti seminar dan diklat bohong-bohongan hanya demi selembar sertifikat.

Pada tingkat sekolah menengah, berbagai trik dan cara dilakukan siswa untuk mencontek dengan cara sangat sempurna. Dari menyalin pelajaran di kertas-kertas kecil kemudian diselipkan di tempat tertentu hingga menulis materi pelajaran di meja. Mereka yang melek teknologi informasi dapat memanfaatkan telepon genggam sebagai sarana mencontek.


LALU,
SAMPAI KAPAN BUDAYA MENCONTEK PADA SAAT PELAKSANAAN UJIAN AKHIR SEMESTER AKAN BERAKHIR????




Adaptasi : (http://prigustiwi.blogspot.com/)

Senin, 28 November 2011

Pertemuan 14 - STRATEGI BELAJAR PADA SISTEM KTSP

Pengembangan Konsep Belajar Efektif dan Efisien Selaras dengan Aplikasi KTSP :

  1. Manusia akan sukses apabila mau belajar terus-menerus sepanjang hayat dengan tujuan akhir mencapai derajat kemuliaan yang hakiki.
  2. Arah kegiatan belajar adalah membentuk karakter dan meningkatkan kualitas kehidupan individu.
  3. Siswa sebagai pelaku utama KBM.
  4. Siswa bertanggung jawab penuh atas tindakan belajarnya.
  5. Penguasaan Life-Skill.
  6. Diawali dengan pengenalan potensi diri secara komprehensif.
  7. Penguasaan keterampilan teknis belajar :
  • Ketuntasan belajar
  • Remedial
  • Pengayaan dan percepatan belajar
  • Teknologi dalam belajar 

Selasa, 15 November 2011

Pertemuan 13 - SUPLEMEN MATERI


KONSEP DIRI POSITIF DAN KONSEP DIRI NEGATIF

Konsep diri seseorang dapat bergerak di dalam kesatuan dari positif ke negatif (Burns, 1979). Hal ini berkaitan langsung dengan respon lingkungan sosial individu, terutama orang-orang penting terdekatnya, terhadap diri individu. Respon di sini adalah persepsi orang tua atau orang-orang terdekat dalam memandang diri seseorang. Jika seorang anak memperoleh perlakuan yang positif, maka ia akan mengembangkan konsep diri yang positif pula. Individu juga tidak akan ragu untuk dapat membuka diri dan menerima masukan dari luar sehingga konsep dirinya menjadi lebih dekat pada kenyataan.
Suatu konsep diri yang positif sama dengan penghargaan diri dan penerimaan diri yang positif. Coopersmith (dalam Partosuwido, 1992) mengemukakan karakteristik remaja dengan konsep diri positif, yaitu bebas mengemukakan pendapat, cenderung memiliki motivasi tinggi untuk mencapai prestasi, mampu mengaktualisasikan potensinya, dan mampu menyeleraskan diri dengan lingkunganya.
Pendapat-pendapat tersebut sejalan dengan ungkapan Brooks dan Emmert (dalam Rahmat, 1996) yang menyatakan bahwa individu yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal, yaitu yakin akan kemampuannya mengatasi masalah, merasa setara dengan orang lain, menerima pujian tanpa rasa malu, menyadari bahwa setiap orang  mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat, serta mampu memperbaiki diri dengan mengungkapkan asperk-aspek kepribadian yang tidak disenangi dan berusaha merubahnya.
Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif akan menyukai dirinya sendiri dan cukup mampu meghadap dunia. Ia mampu mencapai prestasi tinggi dan menjalani kehidupan secara efektif, baik untuk keberadaan dirinya maupun  orang-orang di sekitarnya.
Sedangkan untuk konsep diri yang negatif, Coopersith (dalam Partosuwido, 1992) mengemukakan beberapa karakteristik, yaitu mempunyai perasaan tidak aman, kurang menerima dirinya sendiri, dan biasanya memiliki harga diri yang rendah. Fitts (1971) menyebutkan ciri-ciri individu yang mempunyai konsep diri rendah adalah tidak menyukai dan menghormati diri sendiri, memiliki gambaran yang tidak pasti terhadap dirinya, sulit mendefinisikan diri sendiri dan mudah terpengaruh oleh bujukan dari luar, tidak memiliki pertahanan psikologis yang dapat membantu menjaga tingkat harga dirinya, mempunyai banyak persepsi diri yangg saling berkonflik, merasa aneh dan asing terhadap diri sendiri sehingga sulit bergaul,mengalami kecemasan yang tinggi, serta sering mengalami pengalaman negatif dan tidak mengambil manfaat dan pengalaman tersebut. Konsep diri akan turun ku negatif apabila seseorang tidak dapat melaksanakan perkembangannya dengan baik.
Bisa dikatakan bahwa konsep diri, baik positif maupun negatif, sangat penting untuk mengarahkan perilaku individu, karena setiapkali orang hendak bertingkah laku, sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya (Rahmat, 1996). Hal sesuai dengan yang diungkapkan oleh Rogers seperti yang dikutip oleh Sarason (1972) bahwa perilaku individu lebih dipengaruhi oleh dunia subjektifinya daripada stimulus dari lingkungan di luar dirinya.

REFERENSI :
         Burns, R.B. 1979. The Self-Concept in Theory, Measurement, Development, and Behaviour. London : Longman.
         Partosuwido, S.R. 1992. Penyesuaian Diri Mahasiswa Dalam Kaitannya Dengan Konsep Diri, Pusat Kendali dan Status Perguruan Tinggi. Tesis (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.
         Rahmat, Jalaluddin., 1996. Psikologi Komunikasi. Bandung : Remaja Rosda Karya.
         Fitts, William H. 1974. The Self Concept & Self Actualization. Research Monograph No. 3. Los Angles : Wetern Psychological Services.
         Sarason, S. B. 1972. The Creation of Settings and the Future Societies. San Francisco: Jossey-Bass